| | |
| HAWAII(SINDO) – Peluang generasi mendatang untuk suatu hari kelak mengarungi bintangbintang, semakin besar. Itu karena para astronom kemarin malam mengumumkan penemuan planet mirip Bumi. Planet yang diberi nama Glieseg itu memiliki ukuran tiga kali lebih besar daripada Bumi.Glieseg mengorbiti sebuah bintang bernama Gliese 581 yang jaraknya 20 tahun cahaya dari tata surya Matahari. Planet tersebut terletak di “zona Goldilocks”, suatu lokasi di antariksa yang memiliki kondisi yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin bagi cairan air untuk membentuk samudra, danau, dan sungai. Planet itu tampaknya juga memiliki atmosfer dan gravitasi seperti di Bumi, serta dapat untuk dihuni manusia. Penemuan ini terjadi tiga tahun setelah para astronom menemukan sebuah planet yang juga mirip Bumi yang mengitari bintang yang sama. Para astronom menyebut planet itu berada di halaman belakang kita di Galaksi Bima Sakti ini. Menurut para peneliti, penemuan itu menunjukkan bahwa alam semesta dipenuhi dengan planet seperti Bumi. “Jika ini jarang, kita tidak akan menemukan satu pun secara cepat dan sedekat itu,” papar Dr Steven Vogt yang memimpin studi antariksa di University of California,Santa Cruz. “Jumlah sistem yang memiliki planet-planet yang dapat dihuni mungkin berkisar 10 atau 20%,dan saat Anda melipatgandakannya dengan ratusan miliar bintang di Bima Sakti, itu jumlah yang besar. Di sana bisa ada puluhan miliar sistem seperti di galaksi kita,” ungkap Vogt. Dia mengatakan pada Discovery News,“Secara pribadi,dengan adanya kecenderungan kehidupan di mana pun, saya akan katakan bahwa peluang untuk hidup di planet ini 100%.Saya hampir tidak meragukannya.” Planet itu memang sangat jauh. Dengan kendaraan antariksa yang memiliki kecepatan mendekati cahaya, memerlukan waktu 20 tahun untuk menuntaskan perjalanan menuju planet tersebut.Jika sebuah roket dalam satu hari mampu menempuh sepersepuluh kali dari kecepatan cahaya, akan memerlukan waktu 200 tahun untuk mencapai planet tersebut. Planet-planet yang mengorbit di bintang-bintang yang jauh, terlalu kecil untuk dilihat dengan teleskop.Kendati demikian, para astronom mempelajari kekuatan gravitasi di berbagai bintang yang menunjukkan sebuah planet berada di orbitnya. Penemuan itu diperoleh setelah 11 tahun pengamatan di WM Keck Observatory,Hawaii. Planet itu mengorbiti sebuah bintang merah berukuran kecil bernama Gliese 581 di konstelasi Libra. Planet yang disebut Glieseg itu berjarak 118 triliun mil sehingga cahaya dari bintang tersebut memerlukan waktu 20 tahun untuk mencapai Bumi. Planet tersebut memerlukan waktu 37 hari untuk mengitari bintang merah tersebut. Karena itu, pergantian musim hanya terjadi dalam beberapa hari.Salah satu sisi planet tersebut selalu menghadap ke bintang merah sehingga selalu mengalami siang hari, sedangkan sisi lainnya selalu dalam kegelapan. Tempat paling ideal untuk kehidupan atau koloni manusia di masa depan adalah di zona “abuabu”, lokasi antara bagian yang gelap dan terang yang mengitari planet tersebut. “Setiap bentuk kehidupan yang ada memerlukan iklim yang stabil untuk memilih bentuk dan untuk berkembang, tergantung pada letaknya,” kata Dr Vogt yang melaporkan penemuan ini di Astrophysical Journal. Jika Glieseg memiliki bebatuan yang komposisinya serupa Bumi, diameternya akan lebih besar 1,2 hingga 1,4 kali lipat daripada Bumi. Gravitasi di planet itu tampaknya mirip di Bumi sehingga astronot manusia dapat berjalan di atas permukaannya tanpa kesulitan. “Planet ini tidak memiliki siang hari dan malam hari. Di mana pun Anda berada di planet ini,sinar bintang berada di posisi yang sama sepanjang waktu. Anda memiliki zona yang sangat stabil di mana ekosistem tetap pada suhu yang sama,selamanya,”tutur Vogt. Vogt menambahkan, “Jika kehidupan dapat berkembang,membutuhkan waktu miliaran tahun untuk beradaptasi di permukaan planet tersebut. Ada peluang keberadaan air di mana-mana. Di permukaan Bumi,tempat mana pun yang ada airnya,Anda dapat hidup.” Para astronom kini menemukan enam planet yang mengorbit mengitari Gliese 581. Sistem planet ini merupakan yang paling terungkap, selain sistem tata surya Matahari. Seperti sistem tata surya, planet-planet mengitari Gliese 581 dengan orbit bundar. Dua dari planet-planet yang mengitari Gliese 581 sebelumnya telah dinyatakan sebagai planet yang dapat dihuni manusia. Namun,keduanya terletak di Zona Goldilocks paling ekstrem. Satu planet terletak di bagian panas dan satu lagi di bagian dingin. Sedangkan Glieseg berbeda, planet ini terletak di tengah bagian panas dan dingin. (DM/syarifudin) dikutip dari koran sindo tgl 30 september |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar